Direktori

Rabu, 31 Desember 2014

Mengenal Sistem Filter Aquarium

Sistem filter atau penyaringan dalam aquarium ibarat ginjal dalam tubuh kita. Demikian pula filter, berfungsi menyaring material yang tidak dibutuhkan dalam air aquarium untuk dipisahkan agar tidak meracuni atau mencemari air. Oleh karena itu, perawatan dan penggantian material filter sangat penting agar filter tersebut dapat bekerja dengan maksimal.
Perawatan tersebut meliputi pencucian kapas aquarium / Japmat dan pasir dengan cara mengucek dan memerasnya sehingga benar - benar bersih. Kapas / japmat tersebut masih dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Sedangkan bioball cukup dibersihkan dengan cara membilasnya saja tanpa menggosok permukaannya karena hal itu dapat menghilangkan bakteri baik yang menempel didinding biobal. Sedangkan Arang batok dapat dicuci dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah pemakaian yang cukup lama, arang perlu diganti karena kadar keaktifannya sudah berkurang.
Japmat

Secara sistematik, penyaringan air aquarium ini dibedakan  berdasarkan cara kerjanya yaitu Filter Kimiawi dan Filter Biologis. 

A. Filter Kimiawi : 
Tidak seseram namanya, filter kimiawi ini sampai saat ini masih terbatas pada penggunaan zat carbon aktif yang bisa kita dapatkan dari batok tempurung kelapa. Mungkin pertama kali mendengar istilah kimiawi, kita membayangkan bahan - bahan kimiawi beracun yang akan kita gunakan. 
Seperti kita ketahui, carbon tersebut akan menyerap  dan mengikat zat kimia didekatnya. Karena kemampuan serapnya terbatas, maka kita perlu menggantinya dengan arang baru setelah beberapa waktu kita gunakan.
Arang Batok Kelapa

B. Filter Biologis :
Sesuai namanya, dalam filter biologis ini kita akan menggunakan bakteri Nitrosomonas sebagai pengurai amoniak. Bakteri tersebut dapat kita beli dipasaran karena sudah banyak digunakan dalam teknologi budidaya peternakan lele dll. Bakteri tersebut kita siramkan pada Biobal atau kita juga dapat menggunakan Ceramic Ring yang berfungsi sebagai rumah bakteri. Beberapa bakteri baik tersebut membutuhkan oksigen dan cahaya yang cukup sehingga sistem filter biologis ini lebih cocok diterapkan dengan filter sistem undergravel.
 
Ada beberapa sistem filter aquarium, biasanya dibagi dalam dua (2) golongan yaitu filter Internal dan filter External. Kedua sistem tersebut dibedakan berdasarkan letaknya terhadap aquarium yaitu didalam atau diluar aquarium.

Dalam penerapannya, ada beberapa cara yang dapat kita gunakan baik dengan harga yang terjangkau hingga harus membeli peralatan lengkap yang cukup mahal harganya.

1. Filter Gantung : yaitu filter yang letaknya diatas aquarium. Filter semacam ini yang paling banyak kita temui. Selain Murah dan sederhana, filter gantung ini cukup efektif menjaga kestabilan air dalam aquarium asalkan kita rajin mencuci dan membersihkan kapas yang digunakan. Bahan filtrasi disusun sedemikian rupa sehingga menyaring air secara sempurna. Lapisan dasar kita gunakan kapas atau japmat, kemudian pasir halus, kemudian biobal, kemudian arang aktif, kemudian pasir kasar dan ditutup dengan kapas. disarankan setiap lapisan tersebut diberi kapas agar penyaringan berjalan lebih baik.

 2.  Filter Under Gravel : yaitu sistem penyaringan yang dilakukan didasar aquarium. Sistem ini menggunakan media pasir atau bebatuan kasar sebagai medianya. Pembuatan sistem under gravel dengan cara memberikan rongga antara dasar aquarium dengan pasir. Rongga tersebut dapat kita buat dengan menggunakan strimin yang terbuat dari plastik untuk menahan pasir. Rongga diantara pasir dan dasar aquarium itulah diletakan selang pompa sehingga air dari atas pasir akan tersedot melewati pasir untuk kemudian masuk pompa dan didorong keatas. 
Canester

3. Filter Canester : Sistem ini perpaduan antara sistem gantung dan under gravel, namun sistem ini disempurnakan dengan cara dibuatkan satu sitem yang terpisah dari aquarium. Sistem Canester
ini dapat diterapkan dengan cara sederhana atau dengan cara membeli Filter Canester yang sudah banyak dipasarkan. Pada sistem Canester, air memiliki kesempatan yang sama untuk melewati media filter sehingga air dalam aquarium melewati filtrasi secara keseluruhan.

4. Filter Internal : Adalah filter yang diletakan didalam aquarium. Filter ini cocok digunakan untuk aquarium tanaman dan ikan yang berukuran kecil, karena kemampuan filtrasinya terbatas. Filter Internal ini lebih ditujukan untuk membuat sirkulasi air dalam aquarium.

Selain sistem filtrasi yang baik, ekosistem dalam aquarium yang baik juga harus mencerminkan habitat ikan di alamnya. Tumbuhan yang menghasilkan oksigen, sedangkan tumbuhan membutuhkan carbondioksida untuk fotosintesis. Zat CO2 tersebut selain dapat disuplai dari luar, juga dapat dihasilkan dari penguraian amoniak dari sisa pakan yang membusuk. Sisa pakan ikan membutuhkan waktu yang lama untuk membusuk sehingga diperlukan bantuan ikan pembersih untuk menghancurkan sisa pakan tersebut. Disisi lain, penguraian amoniak yang menghasilkan Nitrat dan Nitrit akan mengundang lumut / algae dalam aquarium yang akan mengotori kejernihan air. Kita juga harus memasukan ikan pemakan algae ( algae eater ) untuk membantu mengurangi populasi algae.

=================(0)=====================

Sabtu, 27 Desember 2014

Mengenal Pompa Aquarium

kurniawan4ndri@yahoo.com
Sejarah aquarium didahului dengan pemeliharaan ikan dalam aquarium tanpa peralatan pendukung apapun. Akibatnya ikan tidak mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama. Pada saat itu pemeliharaan ikan masih terbatas pada ikan laut yang memiliki bentuk tubuh yang indah dan warna cemerlang.
Setelah ditemukannya beberapa ikan hias air tawar yang indah, seakan industri ikan hias ini semakin menyebar dikalangan bangsawan eropa. Aquarium pada saat itu masih merupakan koleksi mewah diistana, baru beberapa tahun kemudian dibangun di beberapa tempat umum seperti museum dan stasiun atau fasilitas umum lainnya.
Seperti telah dijelaskan bahwa kehidupan Ikan dalam aquarium juga membutuhkan kondisi air yang baik. Air yang baik adalah air yang memiliki persyaratan yang dibutuhkan oleh ikan. Dan penting untuk diperhatikan bahwa air yang jernih atau bening belum tentu air tersebut baik.
Jadi air yang baik adalah air yang memiliki unsur - unsur yang sesuai dengan kebutuhan hidup ikan. Misalnya adalah kelarutan oksigen dalam air, kandungan gas nitrat, derajat keasaman / basa, dan kandungan zat lainnya yang masih dapat ditoleransi oleh ikan. Di habitatnya, ikan telah beradaptasi dengan kondisi air tersebut, sedangkan kondisi air dapat terjaga kestabilannya didukung beberapa kondisi alam yang dilalui air. Misalnya bebatuan, lumut - lumut dan bakteri turut menyeimbangkan penguraian polutan yang mencemari air.
Ketika ikan dimasukan dalam aquarium, ia memasuki habitat baru, jika perbedaan kondisi air dalam aquarium masih dapat diterima oleh tubuh ikan, maka ikan tersebut dapat bertahan hidup.

Manajemen Kualitas Air
Air yang kita masukan dalam aquarium, memiliki kandungan zat - zat yang terlarut didalamnya. Namun kandungan tersebut tidak dapat bertahan lama tanpa sistem manajemen pengelolaan air yang baik dalam aquarium. oksigen dalam air akan habis dalam beberapa hari oleh ikan, begitu juga sisa pakan akan mengendap dan menjadi racun bagi ikan. Maka diperlukan beberapa peralatan untuk menambah atau menguraikan zat - zat yang ada dalam aquarium.
 - Oksigen : kita dapat mensuplai kebutuhan oksigen bagi ikan melalui peralatan aerator yang menghasilkan gelembung gelembung udara dalam air. Selain menghasilkan oksigen terlarut, gelembung udara tersebut juga mendorong gas - gas nitrogen ke permukaan air dan terlepas ke udara.
- Nitrat : Sisa - sisa pakan ikan yang mengendap, atau ikan yang mati akan membusuk dan menghasilkan zat amoniak yang terkonsentrasi didasar aquarium. Zat tersebut akan menjadi racun bagi ikan. Oleh karena itu diperlukan aliran air dalam aquarium agar zat nitrogen tersebut dapat tersebar ke seluruh aquarium sehingga mengurangi kadar konsentrasinya. Dalam hal ini kita dapat menggunakan Pompa Air khusus aquarium untuk membantu sirkulasi air dalam aquarium.
- Pathogen : Tidak tertutup kemungkinan air dalam aquarium tercemari oleh pakan, ikan yang mati atau zat lain yang ada dalam aquarium. Zat - zat tersebut terkadang merupakan sumber pengundang bakteri jahat yang tidak diinginkan ( pathogen ) sehingga kita membutuhkan bahan atau media lain untuk menyerap atau menguraikannya sehingga bakteri tersebut menjadi lebih jinak. Zat arang aktif yang biasanya terbuat dari tempurung kelapa dinilai cukup efektif sebagai penyerap zat - zat berbahaya tersebut. Selain itu, kita juga dapat menambahkan Bakteri Nitrosomonas untuk menguraikan zat nitrat menjadi nitrit.

Aplikasi Pompa Air
Selain berguna untuk mensirkulasi air dalam aquarium agar bergerak, pompa air juga dapat diaplikasikan dengan beberapa alat sekaligus.
- Aerator : Dengan memasukan selang aerator kedalam saluran air keluar dari pompa air, akan menghasilkan gelembung udara yang lebih kecil sehingga akan lebih memudahkan air mengikat unsur oksigen.
- Filter : Pompa air membantu air bergerak sehingga air membawa kotoran - kotoran untuk disaring dalam box filter, baik penyariingan secara biologi maupun kimiawi.
- Under gravel : Sistem under gravel ini mirip penyaringan biasa, namun hal itu dilakukan didalam aquarium. Sistem under gravel ini tidak cocok untuk aquarium yang menggunakan tanaman karena tanaman membutuhkan pupuk dasar. Sehingga unsur pupuk dasar itu akan ikut tersaring oleh hisapan pompa air sehingga justru akan meningkatkan kadar amoniak dalam air.
Under Gravel System

Hal - hal yang perlu diperhatikan 
Pompa air merupakan elemen penting dalam sirkulasi air dalam aquarium. Memilih kapasitas mesin pompa aquarium sesuai kebutuhannya merupakan hal yang lebih penting. Yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pompa aquarium adalah sebagai berikut :
- Kapasitas Mesin : Kapasitas air yang dapat disirkulasi biasa sudah tertera dalam badan mesin tersebut. Misalnya 700L/h, 800l/h, 1200l/h dsb. itu artinya adalah bahwa dalam 1 jam, mesin tersebut dapat mengalirkan air sebanyak 700 liter, 800 liter dll.
Namun perlu diingat bahwa sirkulasi penyaringan air dalam aquarium berjalan melingkar, artinya bahwa air yang keluar dari katup keluar penyaringan akan dimasukan kembali ke katup masuk penyaringan. Hal ini memungkinkan  ada sebagian sisi air dalam aquarium tidak terjangkau oleh perputaran tersebut maka diperlukan penyesuaian penempatan posisi pompa yang tepat.
- Daya Listrik : Jangan terbuai oleh kapasitas mesin pompa tanpa memperhatikan daya listrik yang dikonsumsinya. Mengingat bahwa pompa aquarium tersebut akan bekerja terus menerus sepanjang waktu, maka memperhitungkan efisiensi listrik juga akan memepengaruhi cost pemeliharaan ikan hias.
Saat ini telah banyak beredar berbagai merk peralatan aquarium dengan rentang harga yang bervariasi. Pilihlah dengan bijak, sebab harga dan kualitas peralatan tersebut masih bersifat rahasia yang dipahami oleh para pelaku usaha atau penghobi ikan hias berdasarkan pengalaman mereka. 


Dari berbagai sumber





Memilih Aquarium Ikan Hias





Aquarium merupakan media transparan yang terbuat dari kaca dengan tujuan untuk mengamati perkembangan suatu obyek yang ada didalam aquarium tersebut. Ya, pada awalnya, aquarium digunakan pada laboratorium - laboratorium dalam sebuah kegiatan penelitian. Aquarium pada awalnya digunakan sebagai terrarium untuk mengamati pertumbuhan objek penelitian baik tanaman maupun hewan. 

Sebelum kita memutuskan untuk membeli aquarium, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai jenis kaca sebagai bahan dasar pembuatan aquarium. Kaca memiliki berbagai macam jenis sesuai kebutuhan dan penggunaannya. Kita tidak akan membahas berbagai macam kaca yang digunakan sebagai bahan bangunan. Meskipun tidak menutup kemungkinan kita menggunakan kaca untuk bahan bangunan tersebut untuk pembuatan aquarium. Misalnya, kini sudah mulai pengguanaan kaca jenis reflektor sebagai background aquarium
 


Mengenal jenis - jenis kaca Aquarium
Kaca sebagai bahan aquarium, dibedakan menjadi tiga jenis yang memiliki kelebihan tertentu sesuai kebutuhan kita dalam pembuatan aquarium.
1. Float Glass : adalah jenis kaca yang paling umum digunakan. Kaca ini hanya dapat digunakan untuk pembuatan aquarium ukuran kecil ( nano aquarium ). Tidak cocok untuk aquarium berukuran lebih dari 80 x 40 x 40 cm karena meskipun tebal, namun kaca jenis ini masih rapuh dan rentan pecah pada tekanan air besar. 

2. Tempered Glass : adalah kaca yang dipanaskan mencapai 700°C sehingga menghasilkan kaca yang kuat dan lentur sehingga cukup aman untuk pembuatan aquarium ukuran sedang maupun besar. Ketebalan kaca harus diperhatikan dan disesuaikan dengan ukuran aquarium yang akan dibuat.
3. Laminated Glass : adalah kaca yang dibuat dari beberapa kaca Float yang dipress pada suhu tinggi sehingga melekat. Kaca jenis ini sangat cocok untuk pembuatan aquarium ukuran besar atau biasanya digunakan pada pembuatan Palud. 

Setelah kita mengetahui jenis - jenis kaca sebagai bahan dasar aquarium, selanjutnya kita akan mengenal berbagai macam bentuk dan jenis aquarium.

Macam - macam Aquarium

1. Aquarium Pabrikan.
    Seiring perkembangan bisnis ikan hias, kebutuhan aquarium merupakan bagian penting industri ini. Oleh karena itu, kebutuhan aquarium merupakan potensi bisnis yang mengundang perusahaan untuk memproduksinya. Aquarium Pabrikan ini bukan hanya berbahan kaca, namun ada juga yang dibuat dari akrilik yang ringan dan kuat. Berbagai merk yang tersedia dipasaran diantaranya : GEX, Jebo, dan lain - lain. Kelebihan dari aquarium ini adalah bentuknya yang dinamis dan ringan sehingga cocok untuk aquascape diruang tamu. Harga aquarium akrilik juga cenderung lebih murah dibandingkan aquarium kaca. 

2. Aquarium Handmade.
    Selain pabrikan, kebutuhan aquarium juga menarik minat perajin untuk menyediakan aquarium. Model aquarium klasik yang dibuat oleh perajin biasanya sudah dilengkapi dengan sistem filter sedemikian rupa menggunakan sekatan kaca yang terintegrasi menjadi satu dengan aquarium. Filter seperti ini memiliki kelemahan yaitu sukit dibersihkan dibagian celah antar kaya yang terlihat kotor dan berlumut.  Untuk saat ini, sebaiknya memilih aquarium dengan model polos tanpa filter samping atau belakang. Kita dapat menggunakan filter eksternal maupun internal.

 

3. Aquarium Aplikatif.
    Adalah model aquarium yang diaplikasikan dengan kebutuhan desain interior atau exterior. Bentuk dan pemanfaatannyapun disesuaikan dengan tujuan dan keselarasan tema desain interior atau eksterior yang didukungnya.

Pengaplikasian aquarium ini tidak terbatasi oleh bentuk aquarium yang kotak, melengkung atau meja. Saat ini telah berkembang aquarium nano, yaitu akuarium kecil dengan memadukan antara konsep terrarium dan aquatic. Bahkan kreatifitaspun lebih ditantang untuk membuat desain aquarium dengan bentuk yang tak lazim. Sehingga kehadiran aquascape tersebut memberikan kesan alami dan sejuk namun tetap mewah.

Menghitung Volume Air dan Standar Ketebalan Kaca Aquarium

Ketebalan kaca harus disesuaikan dengan ukuran aquarium yang akan kita buat. Hal ini untuk menghindari pecahnya kaca pada salah satu sisi aquarium akibat tekanan air yang ditampungnya. Selain tekanan air tersebut, Ikan yang besar dalam aquarium juga dapat melakukan tumbukan saat terkejut sehingga menimbulkan tekanan berlebih pada kaca. 
Selain ketebalan kaca yang kita gunakan, kita juga harus mengetahui volume air yang ditampung dalam aquarium. Tentu saja penghitungan diatas masih mengabaikan penggunaan Batu, Kayu, Ketebalan Pasir dll.
Dengan mengetahui perkiraan volume air yang ada dalam aquarium, maka kita dapat :
 1.  Menentukan dosis obat atau pupuk cair yang akan kita campurkan dalam air sesuai dosis yang dianjurkan.
2.   Menentukan jenis dan daya lampu yang akan kita gunakan sesuai intensitas cahaya yang ideal untuk pertumbuhan tanaman air dan kesehatan ikan. Intensitas cahaya yang berlebih, selain dapat menggosongkan dedaunan tanaman yang kita tanam, dapat juga menyebabkan mata ikan yang menonjol atau DE ( Drop Eye ) karena ikan terlalu lama menahan silau pantulan lampu.
3.    Menentukan kapasitas Filter / Heater yang akan digunakan. Dengan demikian peralatan tersebut dapat berfungsi dengan baik sesuai kapasitas mesinnya.