Direktori

Jumat, 31 Juli 2015

PANDUAN SINGKAT AQUASCAPE (1)

Menikmati hasil karya sendiri merupakan kepuasan batin yang tak ternilai harganya. Begitu pula saat kita dapat menikmati hasil obok – obok aquarium untuk menyusun sebuah aquascape.
Keberhasilan kita menyusun sebuah tampilan dalam aquascape dipengaruhi 3 (tiga) faktor krusial yaitu pertimbangan aquarium yang akan digunakan (ukuran) untuk mempertimbangkan pemilihan jenis tanaman dan ikan yang tepat.
Faktor selanjutnya yang menentukan berhasil maksimal atau tidaknya aquascape yang kita susun, dipengaruhi oleh perlakuan sehari – hari aquascape yaitu :

Pencahayaan, pemilihan lampu sebagai sumber pencahayaan harus disesuaikan dengan tanaman air yang akan kita gunakan. Satuan intensitas cahaya yang dihasilkan oleh lampu yang biasanya dikonversikan dalam besaran watt, lumen atau K (Kelvin) harus mempertimbangkan kapasitas air (liter) dalam aquarium.

Pupuk dan CO2, sebagai salah satu makhluk hidup, tanaman air aquarium juga membutuhkan nutrisi untuk menopang pertumbuhannya. Nutrisi sebagai sumber makanan tanaman dapat diperoleh melalui media substrat ( pupuk macro ) atau pupuk cair (pupuk micro) yang kita larutkan dalam air. Selain itu, kebutuhan terpenting tanaman adalah zat CO2, yang dapat kita sediakan melalui CO2 murni maupun melalui proses reaksi kimia dengan cara merekayasa sendiri.

Penggantian dan penyaringan air, manfaat dari penggantian air secara rutin bagi ekosistem aquarium adalah mengurangi bakteri atau zat lain yang berbahaya bagi tanaman dan ikan. Selain itu, air baru juga akan menggantikan mineral sebagai kebutuhan ikan dan tanaman.

PENCAHAYAAN

-         Memilih Lampu sesuai kebutuhan
Intensitas cahaya yang dihasilkan lampu, biasanya selalu tertulis dibadan lampu atau kemasan yang menunjukkan daya listrik (watt) yang digunakan. Namun informasi ini menjadi tidak relevan untuk membandingkan beberapa jenis lampu seperti bohlam, neon dan LED yang memiliki daya watt yang sama. Oleh karena itu diperlukan informasi yang tepat tentang satuan intensitas cahaya yang dihasilkan suatu lampu. Biasanya satuan yang digunakan adalah Lumen, sebagian besar kemasan lampu yang dijual telah mencantumkan berapa Lumen yang dihasilkan lampu tersebut.
Berikut table untuk menyederhanakan berapa lumen yang dibutuhkan tanaman, dihitung per liter air yang digunakan dalam aquarium. Tanaman dikategorikan berdasarkan kebutuhan cahayanya yaitu rendah, sedang dan tinggi.



Tanaman dengan Kebutuhan cahaya
Lumen per liter air aquarium
RENDAH
15 – 25
SEDANG
25 – 50
TINGGI
50


-         Kebutuhan Cahaya bagi Tanaman
Tanaman berdasarkan kebutuhan cahaya untuk berfotosintesis, digolongkan kedalam tanaman yang membutuhkan cahaya rendah, sedang dan tinggi. Tanaman dengan kebutuhan cahaya rendah, cukup 0.25 – 0.50 watt per liter. Tanaman dengan kebutuhan cahaya sedang direkomendasikan 0.5 – 1.0 watt per liter. Sedangkan tanaman dengan kebutuhan cahaya tinggi diperlukan lampu dengan daya listrik lebih dari 1 watt dikalikan dengan volume air yang mengisi aquarium.
Table berikut menggambarkan perbandingan jumlah cahaya (lumen) dari Lampu 15 watt dibandingkan dengan cahaya matahari, cahaya ruangan dan cahaya bulan.

Sumber Cahaya
Lumen
Cahaya Matahari
100.000
Cahaya Ruangan
50
Cahaya Rembulan
1
Lampu 15 Watt
500

Untuk meningkatkan intensitas cahaya (lumen), dapat digunakan reflector yang dapat meningkatkan kapasitas cahaya hingga 4 kali. Reflektor tersebut dijual terpisah untuk beberapa produk.

-     Perlu dipertimbangkan juga bahwa perpendaran cahaya dari sumber cahaya (lampu) ke dasar aquarium dan sudut – sudut aquarium. Pengamatan menunjukkan bahwa intensitas cahaya di bawah sumber cahaya jauh lebih banyak dibandingkan cahaya yang jatuh disudut aquarium. Hal ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam menata tanaman yaitu tanaman dengan tingkat kebutuhan cahaya sedang dapat diletakan dibawah sumber cahaya, sedangkan tanaman dengan kebutuhan cahaya sedikit dapat tumbuh dengan baik disepanjang tepi aquarium.

-         Spektrum Cahaya
Bahwa tanaman hanya membutuhkan Spektrum cahaya Biru dan Merah untuk kegiatan fotosintesis. Namun kita juga membutuhkan refleksi cahaya hijau agar menimbulkan kesan hijau  alami pada tanaman.
Pencahayaan yang pas pada aquarium mengesankan suasana alami, oleh karena itu sedapat mungkin kita membuat pencahayaan yang menyerupai intensitas cahaya pada siang hari. Disisi lain cahaya juga memiliki temperature. Temperature cahaya dihitung dengan satuan °K ( derajat Kelvin). Sebagai pembanding, cahaya pada siang hari memiliki temperature 5.500 – 6.500°K.
Temperature cahaya tinggi (≥ 8.000°K) memberi kesan spectrum biru, warna ini cocok untuk aquarium air laut. Sedang cahaya dengan suhu rendah ( 4.000°K) memberi kesan warna kekuningan atau kemerahan sehingga Aquarium berkesan kusam kelabu.

-         Index Cahaya ( CRI = Colour Rendering Index)
Beberapa lampu menyantumkan angka CRI max 100 yang mengindikasikan tingkat standar cahaya alami. Oleh karena itu, pilihlah lampu dengan index CRI minimal 90 untuk menyesuaikan warna alami pada tanaman dan ikan diaquarium anda.


PUPUK DAN CO2

Tanaman aquarium membutuhkan perawatan dan pengelolaan agar tumbuh dengan baik dan menarik dalam aquarium anda. Pemberian pupuk sebagai sumber pertumbuhan tanaman aquarium dapat berupa CO2, nitrogen, phosphor, dan zat besi dan mineral lainnya. Secara alamiah, tanaman mendapatkan mineral dan CO2 dari ikan dan bakteri dalam proses pembusukan kotoran ikan, pakan dan dedaunan tua yang membusuk. Namun kebutuhan tersebut tidak mencukupi untuk seluruh tanaman dalam aquarium.
Tanaman dapat menyerap nutrisi dari akar dan dedauanan, oleh karena itu kita dapat menggunakan pupuk padat pada media tanam atau pupuk cair yang langsung dituang kedalam air aquarium. Penggunaan pupuk cair harus memperhatikan dosis pemberian pupuk tersebut secara periodic harian atau mingguan, sebab pemberian pupuk cair yang berlebih akan mengundang tumbuhnya algae (lumut) yang tidak diinginkan. Pemberian pupuk padat ideal untuk tanaman yang telah kokoh, kuat, dan mapan. Pupuk padat dapat berfungsi dengan baik dalam periode  6 – 9 bulan.
Selain kandungan pupuk (macronutrient) diatas, tumbuhan juga memerlukan beberapa enzim yang serinng disebut sebagai micronutrient seperti tembaga, molibdenum, seng dan borat. Zat-zat ini merupakan bagian dari enzim penting, dan ketika mikronutrien kekurangan, tanaman tumbuh lebih lambat dan mulai menunjukkan gejala kurang sehat.

-         CO2
Adalah unsure paling penting bagi tanaman, tanpa CO2 tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis yang merupakan proses produksi makanan bagi tanaman.
CO2 dapat diberikan melalui tabung CO2 murni yang dijual dipasaran atau dengan merekayasa sendiri. Pemberian CO2 disesuaikan kebutuhan tanaman. Tanaman dengan tingkat pemeliharaan yang mudah akan tumbuh lebih baik dengan pemberian sedikit kadar CO2(3-5 mg per L). Namun tanaman dengan tingkat perwatan sedang membutuhkan CO2 antara 10-15 mg per L dan 15 – 30 mg per L untuk tanaman dengan tingkat kesulitan tinggi.
Cara paling mudah untuk melihat seberapa besar CO2 yang keluar dari regulator, dapat kita amati seberapa banyak gelembung yang keluar dari diffuser dalam satu detik. Misalnya, 1 bps ( bulb per second) artinya dalam satu detik, satu gelembung CO2 yang dilepaskan dari diffuser.
Pemberian CO2 juga harus memperhatikan kadar pH (keasaman) dan kadar dKh (kekerasn Karbonat) seperti table dibawah ini agar tidak meracuni ikan dan mengontrol pertumbuhan alga..














SIRKULASI AIR 
 
Pompa dan filter air dibuat untuk perputaran air dalam aquarium, menjaga kejernihan air dan keseimbangan ekosistem dalam aquarium. Pompa aquarium bertugas mensirkulasikan air agar zat zat yang terkandung didalamnya dapat menyebar dengan merata.
Pompa aquarium biasanya diukur berdasarkan kemampuannya memutar air liter per jam. Disarankan untuk memilih pompa aquarium dengan kapasitas yang mampu memutar air 3 – 5 kali kapasitas air perjam ( contoh : 150 L aquarium – pilih ppompa dengan kapasitas 450 – 750 L per jam)

Filter Air, terpasang secara kesatuan dari beberapa bagian. Biasany terdiri dari beberapa lapisan kapas penyaring (terbuat dari plastic) yang harus dibilas secara berkala. Dibagian dalam filter, dapat juga digunakan beberapa media untuk perkembangan bakteri sebagai penyaring partikel biologi dari air yang mengalir. 

Pompa dan filter aquarium dapat dipasang didalam aquarium ( internal ) atau diluar aquarium ( external ) sesuai kreatifitas anda. Namun hal yang paling penting adalah bahwa apapun material filter yang anda gunakan, pastikan untuk membersihkannya secara rutin, setiap minggu atau setiap bulan sesuai keperluan. Besrsihkan diatas air yang mengalir, dan pastikan tidak dengan air panas untuk menjaga bacteri baik agar tetap hidup.

Adapun tata cara penggantian air sebagai berikut ;

-      Tujuan dari penggantian air adalah membuang kotoran dan zat – zat yang terendap didasar aquarium seperti kotoran ikan, ikan yang mati, tanaman yang membusuk, sisa pakan, pupuk tanaman dll yang mungkin dapat meracuni ikan.

-     Selama tiga (3) minggu pertama umur aquascape, lakukan penggantaian air sebanyak 50% dengan intensitas 2 kali seminggu.

-    Untuk aquscape yang telah stabil, penggantian dapat dilakukan seminggu sekali dengan mengganti air 30%.

-    Gosok seluruh permukaan dinding dalam aquarium yang dapat dijangkau dengan busa halus untuk menghilangkan kerak atau algae yang menempel.

-          Matikan pompa, heater, ddan instalasi listrik lainnya.

-          Buang air kedalam saluran air yang mengalir atau penampungan air.

-          Gunakan selang untuk melakukan penggantian air, pastikan arus air yang masuk dari selang ke aquarium tidak terlalu kencang sehingga merusak substrat atau tanaman. Dapat menggunakan piring atau plastic untuk memecah arus tersebut.

-          Gunakan air segar dan bersih untuk mengisis aquarium.

-          Nyalakan kembali pompa, filter, dan perangkat lainnya. Pastikan pompa beroperasi dengan baik seperti semula.

SUHU AIR AQUARIUM

-          Suhu air di aquarium menentukan bagi metabolisme ikan dan tanaman – dan hal itu untuk kesejahteraan mereka. Suhu terlalu rendah atau terlalu tinggi menggangu proses metabolisme tersebut sehingga suhu harus diatur sesuai karakter tanaman atau ikan yang kita pelihara diaquarium.

-          Untuk memantau suhu, diperlukan Termometer yang menginformasikan temperature air dalam aquarium. Tersedia thermometer digital maupun analog yang dijual dipasaran. Meningkatkan suhu akan mengurangi kadar oksigen (O2) dalam air yang akan mengurangi kenyamanan ikan. Beberapa tanaman air juga tidak dapat berkembang dengan baik pada suhu yang relative tinggi. Suhu ideal bagi sebagian besara tanaman adalah sekitar 22 - 24°C. Beberapa jenis ganggang dan plankton akan berkembang pada suhu tinggi, ini akan menjadi keuntungan bagi beberapa ikan yang menyukai plankton dan algae sebagai makanan alaminya.
Sumber : Tropica Aquarium Plant - Denmark

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layanan 7/24 :
SMS / WhatsApp : 08179904084